Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

Sabtu, 16 Juni 2012

PERBEDAAN HADITS QUDSI DAN ALQURAN


Oleh KH Luthfi Bashori

Dalam kitab Anmanhalul lathiif, hal 39, cetakan ke 7, karangan Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki Alhasani di sebutkan bahwa :

HADITS QUDSI :

Dinisbatkan pada lafadz Al-Qudsu, yang berarti suci, yang tidak ada sifat kekurangannya). Alqudsu ini adalah termasuk salah satu sifat Allah (Maha Suci Allah). Maka Hadits Qudsi adalah hadits yang dinisbatkan kepada Allah (Hadits Ilahi), atau dinisbatkan kepada Rabb/Tuhan (Hadits Rabbani).

Sedangkan dalam istilah ulama hadits bahwa : Hadits Qudsi adalah hadits yang Nabi SAW menyandarkannya kepada Allah SWT selain ayat-ayat Alquran.

Contohnya, Allah berfirman : Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku (Allah) mengharamkan kedhaliman (berbuat dhalim) atas diri-Ku sendiri, maka Aku juga mengharamkannya atas diri kalian, karena itu, janganlah kalian saling berbuat dhalim. (HR. Muslim).

Atau seperti ucapan seorang shahabat yang mengatakan : Nabi SAW bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Tuhannya : `Begini dan begitu`.

Dinamakan hadits, karena ucapan/lafadznya dari Nabi SAW, atau karena beliau SAW menghikayatkan tentang firman Tuhan-nya (Allah). Dimanakan Qudsi, karena disandarkan kepada Tuhan (Allah), atau ditinjau dari segi hakikat isinya adalah firman Allah. Sedangkan Allah adalah Dzat yang Maha Quds / Suci dari segala sifat kekurangan yang tidak patut. 

PERBEDAAN ANTARA ALQURAN DENGAN HADITS QUDSI :

Tidak seperti Hadits Qudsi dengan definisi sebagaimana tersebut di atas, maka Alquran mempunyai kekhususan tersendiri, antara lain:

1. Alquran adalah mu`jizat yang kekal abadi, yang dijaga oleh Allah dari upaya perubahan dan penggantian (pemutarbalikan) ayat-ayatnya, dan riwayat sampainya kepada umat Islam itu secara muatawatir (diterima dari masa ke masa oleh sejumlah jamaah umat Islam, yang pada setiap priode, jumlah penerima dan penghafalnya tak terhitung karena banyaknya). Sifat kemutawatiran Alquran itu benar-benar jaminan dari Allah, baik dari sisi huruf-hurufnya, kalimat-kalimatnya, dan susunan bahasanya, tidak ada satu pun yang berubah.

2. Haram meriwayatkan Alquran dengan bahasa lain (selain bahasa yang diturunkan oleh Allah), baik itu dengan bahasa Arab, misalnya dirubah dengan bahasa suku Arab tertentu, atau meriwayatkan dengan bahasa non Arab, yang sifatnya sengaja merubah huruf-huruf murni Alquran, seperti yang dilakukan oleh kaum Nasrani terhadap kitab Injil (adanya Injil berbahasa Inggris, berbahasa itali, berbahasa China, berbahasa Indonesia dengan redaksi mengikuti dialeg masing-masing negara, hingga bahasa aslinya tidak dikenal oleh masyarakat). Sedangkan Alquran hanya boleh ditafsiri dan diterjemahkan, namun tetap wajib melestarikan huruf-huruf dan kalimat-kalimat aslinya, hingga bahasa aslinya tetap abadi, jadi haram hukumnya langsung merubah Alquran dengan bahasa yang lain.

3. Haram memegang Alquran bagi seorang yang berhadats (junub, haidl, nifas, maupun tidak punya wudlu). 

4. Menjadi bacaan wajib dalam shalat.

5. Dinamakan Alquran.

6. Membaca ayat-ayatnya dianggap ibadah, untuk satu huruf mendapat sepuluh pahala.

7. Haram/makruh memperjualbelikan Alquran.

8. Kumpulan sejumlah lafadz diberi nama ayat, dan sejumlah ayat diberi nama surat.

9. Lafadz dan ma`nanya dari Allah sebagai wahyu, yang cara penyampainnya kepada Nabi SAW melewati malaikat Jibril.

0 komentar:

Poskan Komentar