Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

Kamis, 28 Juni 2012

Bagaimana Membebaskan Diri Anda dari Gosip


by admin

gosip

Bahaya Gosip

Gosip merupakan salah satu masalah paling umum baik di tempat kerja maupun dalam hubungan. Masalah terbesar dari gosip adalah kebanyakan orang tidak menyadari ketika sebuah diskusi berubah menjadi gosip dan lebih parahnya lagi mereka tidak menyadari dampak dari gosip tersebut. Gosip adalah pembunuh sebuah hubungan dan hal ini terjadi lebih sering dari yang anda percayai. Gosip pada dasarnya adalah apapun yang dapat dianggap sebagai hal negatif tentang seseorang yang dibicarakan dengan orang lain dimana mereka tidak mendengarnya langsung dari pihak yang bersangkutan. Gosip bisa berupa sesuatu yang sangat sederhana tanpa adanya niat untuk menyakiti orang tersebut dan bisa pula sesuatu yang membunuh karakter seseorang.
Tidak ada satu hal pun yang positif dari gosip dan gosip cenderung menyukai orang yang dibicarakan dan orang-orang yang terlibat ketika membicarakan gosip tersebut. Ada pula risiko yang timbul jika orang yang dibicarakan mengetahui orang yang menyabarkan gosip tersebut, juga rasa sakit yang muncul akibat informasi negatif yang tersebar. Beberapa bahaya lain yang muncul akibat gosip:
• Stress bagi mereka yang terlibat dalam gosip
• Menyakiti perasaan
• Menghancurkan kerja sama tim
• Membuat orang enggan membagikan kerapuhan mereka
• Menghambat komunikasi yang membutuhkan rasa percaya dengan memberi dorongan bagi orang untuk menjaga mulut mereka
• Menciptakan reputasi yang negatif

Pilihan-pilihan Anda Terhadap Gosip

Dampak-dampak negatif tersebut seharusnya cukup untuk meyakinkan siapapun untuk menghindari gosip, sayangnya, mereka tetap melakukannya. Gosip sangatlah menggoda dan sering terjadi karena terdorong perilaku orang-orang sekitar. Dunia gosip membuka pintu lebar bagi semua gosip baru dan mereka cenderung menjadikan orang-orang yang tidak terlibat dalam gosip yang bersangkutan untuk menjadi korban dari gosip yang lebih baru. Terkadang lebih mudah untuk ikut terlibat dalam gosip daripada mengambil risiko menjadi korban dan bagi kebanyakan orang, dengan berbagai alasan, gosip memiliki daya tarik yang membuat orang tertarik untuk terlibat. Gosip adalah sebuah hal yang egois dan berbahaya karena merendahkan dan menghancurkan seseorang (baik secara langsung maupun tak langsung) untuk membuat gosip tersebut terdengar lebih baik. Inilah alasannya mengapa gosip sangatlah merusak, terutama bagi orang yang digosipkan.
Hal terbaik dari gosip adalah anda bisa dengan mudah menjauhkan diri darinya jika anda memutuskan untuk menghindarinya dan mempelajari beberapa teknik untuk mengenalinya, menanganinya, dan menjaga jarak dari masalah yang ditimbulkan. Jadi bagaimana kita bisa melakukannya?

Kenali Gosip

Seringkali gosip merupakan sesuatu yang jelas dan tidak ditutup-tutupi. Kadang gosip bisa merupakan sebuah pertanyaan sederhana yang diajukan seseorang tentang apa yang anda dengar atau ketahui atau pikirkan mengenai orang lain atau tindakan mereka. Hal tersebut bisa terdengar seperti:
• Apakah kau dengar apa yang Frank katakan mengenai Sally?
• Kau tak akan menyangka apa John lakukan minggu ini?
• Aku dengar Gerry …
• Apakah kau sudah melihat pacar baru Lisa?
Kata-kata tersebut tidak selalu berakhir dengan gossip negatif namun mereka merupakan pembicaraan mengenai orang lain dan cukup mudah untuk dikenali dalam sebuah percakapan atau awal sebuah gosip. Sayangnya, tidak semua gosip bisa dikenali dengan mudah, dan kadang gosip lebih tersamar. Gosip kadang berawal dari pembicaraan dengan seorang teman atau rekan kerja; diawali dengan pembicaraan yang positif hingga akhirnya berujung pada pembicaraan negatif. Jika anda tidak membicarakan cara untuk membantu orang yang sedang anda bicarakan, mendukung mereka untuk menyelesaikan masalah atau melakukan tindakan positif lain ketika membicarakan orang lain; kemungkinan besar pembicaraan itu akan berakhir menjadi gosip. Pada dasarnya, jika anda sedang membicarakan orang lain, anda perlu berhenti dan memikirkan jika pembicaraan tersebut akan membantu orang tersebut atau tidak. Jika tidak, maka pembicaraan itu adalah gosip dan tidak perlu anda lanjutkan.

Mempengaruhi Gosip

“Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya.”
Karena gosip sangatlah kuat, gosip memiliki pengaruh yang besar dan harus dilawan melalui pengaruh positif dalam meresponnya. Terdapat beberapa tindakan yang bisa anda lakukan untuk melawan gosip.
Acuhkan gosip:
• Hindari orang-orang yang bergosip dan jangan beri mereka kesempatan untuk menyebarkannya
• Tinggalkan ruangan atau pembicaraan saat gosip dimulai
• Jangan merespon pertanyaan yang menanyakan opini mengenai orang lain atau jebakan gosip lainnya
• Acuhkan gosip dan jangan memulai sebuah percakapan yang berujung menjadi gosip
Cegah gosip:
• Jangan pernah memulai gosip dari diri anda
• Ubah topik pembicaraan jika sebuah pembicaraan berubah menjadi gosip
• Tolaklah untuk mendengar atau merespon setiap gosip
• Sembunyikan perasaan sakit atau reaksi dramatis terhadap gosip. Hal tersebut merupakan makanan bagi gosip untuk berlanjut.
Lawan gosip:
• Katakan dengan sopan bahwa lebih baik membicarakan hal tersebut dengan orang yang bersangkutan
• Jika anda tahu darimana gosip tersebut bersumber, temui orang tersebut dan katakan kepada mereka bahwa anda tidak suka dengan gosip tersebut dan hal itu menyebabkan rasa sakit; terlepas dari gosip tersebut disengaja atau tidak
• Jika anda mendengar seseorang memulai sebuah gosip, ajukan diri untuk menemui orang yang dibicarakan dengan orang yang memulai gosip untuk mendiskusikannya
• Jawab gosip dengan, “Maukah hal tersebut dibicarakan oleh orang lain tanpa sepengetahuan-mu?” lalu pergilah
• Katakan bahwa saya tidak suka membicarakan orang lain karena saya tidak suka orang lain membicarakan saya
• Katakan bahwa anda tidak suka membicarakan orang lain kecuali pembicaraan tersebut dapat membantu atau mendukung mereka
• Katakan bahwa anda tidak mau membicarakan hal-hal negatif mengenai orang lain kecuali orang tersebut terlibat dalam percakapan

0 komentar:

Poskan Komentar